People change they get better or worse , world resize got bigger or even smaller but life goes on and time moves on.Waktu dan kehidupan adalah alasan paling egois sekaligus paling kuat untuk menutupi kegagalan.Entah kenapa jika Kehidupan dan Waktu menjadi manusia mereka mungkin adalah manusia paling kejam yang penah kukenal.Anggap saja mereka berdua adalah operator suatu kendaraan yg bernama Takdir walaupun ada orang yang meninggal atau patah hati Hidup dan Waktu dengan angkuhnya tetap berjalan tak mau berhenti barang sedetik seakan menjadikan orang-orang yang tersiksa dan bersedih itu menjadi pajangan.Hidup dan waktu bukanlah kendaraan umum yang bisa kita hentikan seenaknya mungkin bila diibaratkan Hidup dan Waktu adalah kereta bawah tanah.Kereta yang takan berenti sebelum mencapai tujuan akhirnya bila kita berhenti,dan bila kita berhenti di stasiun kita bisa turun dan berganti arah.Arah yang berbeda tujuan yang berbeda akan mebawa kita ke akhir yang berbeda.
Entah sejak kapan aku disini di kereta bawah tanah ini, aku tidak ingat dan aku pun tak berniat mengingat-ingat aku hanya ingin duduk disini di ruangan serba putih dan bersih ini dan turun di tempat dimana kereta ini tak bisa lagi melaju.Gerbong ini begitu sepi lampunya terlalu terang hingga menyakiti mataku dan anehnya aku tidak melihat ada penumpang lain disini.Tiba-tiba saja keinginan untuk mengetahui ujung perjalanan ini semakin kuat dan aku mungkin tak akan peduli apa yang akan terjadi nantinya.Seorang kondektur beperawakan agak tinggi dengan wajah ramah dan berpakaian rapi serba putih mulai mengecek karcis para penumpang lainya."Aneh aku tak ingat ada penumpang lain tadi",begitu pikirku.Kondektur itu mendekat ke arahku."Tiketnya tuan?"
"Ehm sepertinya aku tak punya",jawabku jujur.
"Ah itu tuan ada saku mantelmu", jawab Kondektur itu seraya mengambil tiketnya dari mantel yang kukenakan.
"Emm aku tak ingat punya tiket,em tuan sebenarnya kereta ini menuju ke mana?", tanyaku mencoba mengembalikan sedikit ingatanku yang hilang entah kemana.
"Kita menuju ke tempat semuanya berakhir tuan",jawabnya sabmbil tersenyum memamerkan keramahan yang dimilikinya seraya pergi mengecek tiket lainya.Jawaban yang aneh pikirku tapi aku tak begitu peduli , keadaan beberapa hari ini membuatku tak ingin banyak berpikir.Semua yang terjadi begitu saja dan sangat tidak kusangka.Seorang teman yang menghianatiku hanya demi seorang wanita shit! everything get better and better isn't it? Hey aku sudah berusaha menjadi baik but I don't actualy know why they hate me.Tapi biarlah aku tak peduli dengan mereka aku bisa hidup tanpa mereka.Entah kenapa tiba tiba hawa dingin disini semakin menusuk memaksaku merapatkan mantel.Seorang pria tua berjalan ke arahku menggenakan kacamata hitam dan tongkat untuk membantu kaki tuanya yang sepertinya sudah agak pincang."Hari yang indah bukan?",tanyanya dengan ramah
"Aku tidak begitu tau, kita di terowongan bawah tanah ingat?",jawabku jujur.
"Ah aku lupa soal itu hahaha disini hangat jadi kukira hari ini cerah", hangat? aku hampir mati kedinginan dan dia bilang disini hangat? apa yang salah denganya.
"Iya sepertinya begitu",aku menjawab sekenanya.
"Kau tau apa yang lebih hangat dari hari ini persahabatan nak....." dia mulai becerita panjang lebar, tentang dia dan sahabatnya kebiasaan mereka memancing bersama dan kenakalan mereka saat muda aku tidak bersimpati pada ceritanya pada awalnya tapi cerita itu mengingatkanku pada orang-orang yang dulu kupanggil 'teman' mengingatkanku betapa lucunya mereka saat mereka bersama dan membuat lawakan , mengingatkanku betapa bersemangatnya kami saat kami berusaha menjadi juara dalam suatu pertandingan,mengingatkanku betapa hangatnya kami saat berkumpul bersama dan bercerita,mungkin saat aku sudah turun dari kereta ini nanti aku akan menanyakan kesalahanku dan memperbaikinya tiba tiba aku tersenyum dan pria tua itu berhenti bercerita dan ikut tersenyum melihatku tersenyum."Nah tugasku sudah selesai dan sepertinya aku sudah sampai pada tujuanku,sampai jumpa nak mungkin di tempat lain",dia beranjak seraya tersenyum lalu pergi keluar dan turun dari kereta ini.
Entah kenapa hawa dingin yang sedari tadi menusuk tubuhku tiba-tiba saja lenyap dan berganti dengan kehangatan yang nyaman.Kemudian sepasang suami istri naik dan duduk tepat disebelahku mereka tertawa bercanda dan saling mengungangkapkan betapa mereka mencintai yang pasanganya.Itu semua membuatku muak ingin muntah aku dibuatnya aku mulai mengingat semua kisah cintaku yang berakhir bahagia Hell yeah! mungkin aku tidak ditakdirkan bahagia, sial! Tiba tiba kereta ini kembali terasa dingin lebih dingin dari yang tadi mantelku kurapatkan hingga tidak bisa lagi dirapatkan Ampun deh apakah pengatur suhu di kereta ini rusak? bisa bisanya tiba-tiba hangat dan beberapa saa kemudian menjadi sedingin ini.Aku memutuskan untuk menutupi semua bagian tubuhku dengan mantel dengan cara meringkuk dan aku sebisa mungkin tidak menatap pasan itu membuatku semakin muak.Saat aku mulai memjamkan mata tangan hangat menyentuh tubuhku."Kamu gak papa? kamu sakit?",tanya sang wanita yang mulai menyadari tingkahku dan sang pria menunjukan wajah khawatirnya.
"Tak apa hanya aku sedang tidak badan",jawabku bohong aku ingin mereka cepat pergi dan cepat menghilan.
"Oh mungkin klo ada pasangan yang bisa membantu kamu disini keadaan akan lebih baik",sang pria menimpali dan gila komenya itu sangat menyesekan hati.
"Yaa dulu kami juga bertemu di tempat seperti ini.... ",sang wanita menceritakan kenangan indah mereka dan bla bla bla semakin lama semakin membuat hatiku sakit.Aku mulai teringat wanita yang paling kucintai saat ini dan mungkin dia sama sekali tidak mencintaiku bahkan mengingatku mungkin tidak.Tapi dia adalah segalanya bagiku dan semua kenangan yang pernah kulalui bersamanya berputar di kepalaku.Aku sering menonton film yang sama denganya dan menceritakan bagian favorit kami masing masing kami akan langsung tertawa jika melihat adegan yang menurut kami lucu dari film tentang domba domba yang berkelakuan abnormal atau tentang pria yang berpacaran dengan seekor siluman rubah yang dianggapnya serigala haha funy moment of us when we debate about the girl, dan semua terasa seperti magic saat kmu membuatku jatuh cinta pada film film seperti itu yang sebenernya takan mungkin kulihat di saat saat biasa.Atau saat dia makan dan sumpah akan sangat lama menungguinya menghabiskan makananya hahaha aku sangat menikmati melihat dia makan pelan pelan dan mencoba merebut makananya saat dia lengah saat saat yang mungkin tak pernah dia sadari tapi sangat berarti bagiku.Entah kenapa otaku memerintahkan untuk tidak menyerah mendapatkan dia dan menyatakan perasaanku akan kupastikan dua hal tadi kulakukan setelah aku menyelesaikan perjalanan ini.Dan saat aku sadar dari lamunanku pasangan itu sudah berdiri diambang pintu dan melambai ke arahku mereka keluar dengan senyum bahagia.
Ingatanku beberapa hari ini sudah kembali.Aku ingat kemarin aku mengalami kecelakaan.Aku ingat darah yang mengucur deras dari kepalaku hingga akhirnya aku tak sadarkan diri.Aku langsung tersadar dan meloncat dari tempat duduku aku berlari ke arah pintu dan menunggu pintu terbuka aku ingin kembali ke mereka yang telah memberikan aku kehangatan dan kebaikan aku ingin kmbali padanya yang selama ini telah memberiku semangat untuk terus melanjutkan hidup.Aku ingin pulang seketika itu juga aku ingin kembali tapi pintu tak kunjung terbuka dan hawa dingin ini semakin menusuk ,suara suara berisik mulai menusuk telingaku.Aku mulai menggedor pintu ingin agar segera kereta ini menemukan stasiun dan aku bisa segera pulang tanpa sadar aku mulai menangis dan bersandar pada pinta kereta.Kondektur itu datang kembali dan menyakan padaku "Ada apa tuan?"
"Aku menjawab aku ingin pulang",jawabku sambil terisak.
"Tapi tuan bukan itu yang tertulis di tiket anda",jawabnya tenang.
"Tapi aku ingin pulang", jawabku sedikit berteriak.
"Tuan tapi anda harus berhenti di tujuan anda",jawabnya masih tenang.
Seketiak itu suara berisik yang daritadi mengganggu telingaku mulai sedikit demi sedikit terdengar jelas."Aku ingin kembali pada mereka padanya karena tujuanku adalah dia , tujuanku untuk hidup adalah dia dan mereka adalah orang-orang yang akan membantu dalam hidupku"
"Sebentar lagi anda sampai di tujuan tuan",jawabnya sambil tersenyum ramah.
Kereta ini mulai melambat dan dari ujung mulai sedikit menunjukan cahanya, hawa dingin yang sedari tadi menusuk tubuhku perlahan mulai menghangat dan suara suara yang tidak jelas dari tadi sudah terdengar jelas dan bersih , dan akhirnya aku sudah sampai ke... tujuanku.
Suara yang dari tadi bergema adalah suara yang meneriakan namamu.
Dan tujuanku adalah KAMU.
Meski kamu bukan miliku pada akhirnya tapi aku sadar betapa artinya kamu untuk hidupku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)











Tidak ada komentar:
Posting Komentar