People change they get better or worse , world resize got bigger or even smaller but life goes on and time moves on.Waktu dan kehidupan adalah alasan paling egois sekaligus paling kuat untuk menutupi kegagalan.Entah kenapa jika Kehidupan dan Waktu menjadi manusia mereka mungkin adalah manusia paling kejam yang penah kukenal.Anggap saja mereka berdua adalah operator suatu kendaraan yg bernama Takdir walaupun ada orang yang meninggal atau patah hati Hidup dan Waktu dengan angkuhnya tetap berjalan tak mau berhenti barang sedetik seakan menjadikan orang-orang yang tersiksa dan bersedih itu menjadi pajangan.Hidup dan waktu bukanlah kendaraan umum yang bisa kita hentikan seenaknya mungkin bila diibaratkan Hidup dan Waktu adalah kereta bawah tanah.Kereta yang takan berenti sebelum mencapai tujuan akhirnya bila kita berhenti,dan bila kita berhenti di stasiun kita bisa turun dan berganti arah.Arah yang berbeda tujuan yang berbeda akan mebawa kita ke akhir yang berbeda.
Entah sejak kapan aku disini di kereta bawah tanah ini, aku tidak ingat dan aku pun tak berniat mengingat-ingat aku hanya ingin duduk disini di ruangan serba putih dan bersih ini dan turun di tempat dimana kereta ini tak bisa lagi melaju.Gerbong ini begitu sepi lampunya terlalu terang hingga menyakiti mataku dan anehnya aku tidak melihat ada penumpang lain disini.Tiba-tiba saja keinginan untuk mengetahui ujung perjalanan ini semakin kuat dan aku mungkin tak akan peduli apa yang akan terjadi nantinya.Seorang kondektur beperawakan agak tinggi dengan wajah ramah dan berpakaian rapi serba putih mulai mengecek karcis para penumpang lainya."Aneh aku tak ingat ada penumpang lain tadi",begitu pikirku.Kondektur itu mendekat ke arahku."Tiketnya tuan?"
"Ehm sepertinya aku tak punya",jawabku jujur.
"Ah itu tuan ada saku mantelmu", jawab Kondektur itu seraya mengambil tiketnya dari mantel yang kukenakan.
"Emm aku tak ingat punya tiket,em tuan sebenarnya kereta ini menuju ke mana?", tanyaku mencoba mengembalikan sedikit ingatanku yang hilang entah kemana.
"Kita menuju ke tempat semuanya berakhir tuan",jawabnya sabmbil tersenyum memamerkan keramahan yang dimilikinya seraya pergi mengecek tiket lainya.Jawaban yang aneh pikirku tapi aku tak begitu peduli , keadaan beberapa hari ini membuatku tak ingin banyak berpikir.Semua yang terjadi begitu saja dan sangat tidak kusangka.Seorang teman yang menghianatiku hanya demi seorang wanita shit! everything get better and better isn't it? Hey aku sudah berusaha menjadi baik but I don't actualy know why they hate me.Tapi biarlah aku tak peduli dengan mereka aku bisa hidup tanpa mereka.Entah kenapa tiba tiba hawa dingin disini semakin menusuk memaksaku merapatkan mantel.Seorang pria tua berjalan ke arahku menggenakan kacamata hitam dan tongkat untuk membantu kaki tuanya yang sepertinya sudah agak pincang."Hari yang indah bukan?",tanyanya dengan ramah
"Aku tidak begitu tau, kita di terowongan bawah tanah ingat?",jawabku jujur.
"Ah aku lupa soal itu hahaha disini hangat jadi kukira hari ini cerah", hangat? aku hampir mati kedinginan dan dia bilang disini hangat? apa yang salah denganya.
"Iya sepertinya begitu",aku menjawab sekenanya.
"Kau tau apa yang lebih hangat dari hari ini persahabatan nak....." dia mulai becerita panjang lebar, tentang dia dan sahabatnya kebiasaan mereka memancing bersama dan kenakalan mereka saat muda aku tidak bersimpati pada ceritanya pada awalnya tapi cerita itu mengingatkanku pada orang-orang yang dulu kupanggil 'teman' mengingatkanku betapa lucunya mereka saat mereka bersama dan membuat lawakan , mengingatkanku betapa bersemangatnya kami saat kami berusaha menjadi juara dalam suatu pertandingan,mengingatkanku betapa hangatnya kami saat berkumpul bersama dan bercerita,mungkin saat aku sudah turun dari kereta ini nanti aku akan menanyakan kesalahanku dan memperbaikinya tiba tiba aku tersenyum dan pria tua itu berhenti bercerita dan ikut tersenyum melihatku tersenyum."Nah tugasku sudah selesai dan sepertinya aku sudah sampai pada tujuanku,sampai jumpa nak mungkin di tempat lain",dia beranjak seraya tersenyum lalu pergi keluar dan turun dari kereta ini.
Entah kenapa hawa dingin yang sedari tadi menusuk tubuhku tiba-tiba saja lenyap dan berganti dengan kehangatan yang nyaman.Kemudian sepasang suami istri naik dan duduk tepat disebelahku mereka tertawa bercanda dan saling mengungangkapkan betapa mereka mencintai yang pasanganya.Itu semua membuatku muak ingin muntah aku dibuatnya aku mulai mengingat semua kisah cintaku yang berakhir bahagia Hell yeah! mungkin aku tidak ditakdirkan bahagia, sial! Tiba tiba kereta ini kembali terasa dingin lebih dingin dari yang tadi mantelku kurapatkan hingga tidak bisa lagi dirapatkan Ampun deh apakah pengatur suhu di kereta ini rusak? bisa bisanya tiba-tiba hangat dan beberapa saa kemudian menjadi sedingin ini.Aku memutuskan untuk menutupi semua bagian tubuhku dengan mantel dengan cara meringkuk dan aku sebisa mungkin tidak menatap pasan itu membuatku semakin muak.Saat aku mulai memjamkan mata tangan hangat menyentuh tubuhku."Kamu gak papa? kamu sakit?",tanya sang wanita yang mulai menyadari tingkahku dan sang pria menunjukan wajah khawatirnya.
"Tak apa hanya aku sedang tidak badan",jawabku bohong aku ingin mereka cepat pergi dan cepat menghilan.
"Oh mungkin klo ada pasangan yang bisa membantu kamu disini keadaan akan lebih baik",sang pria menimpali dan gila komenya itu sangat menyesekan hati.
"Yaa dulu kami juga bertemu di tempat seperti ini.... ",sang wanita menceritakan kenangan indah mereka dan bla bla bla semakin lama semakin membuat hatiku sakit.Aku mulai teringat wanita yang paling kucintai saat ini dan mungkin dia sama sekali tidak mencintaiku bahkan mengingatku mungkin tidak.Tapi dia adalah segalanya bagiku dan semua kenangan yang pernah kulalui bersamanya berputar di kepalaku.Aku sering menonton film yang sama denganya dan menceritakan bagian favorit kami masing masing kami akan langsung tertawa jika melihat adegan yang menurut kami lucu dari film tentang domba domba yang berkelakuan abnormal atau tentang pria yang berpacaran dengan seekor siluman rubah yang dianggapnya serigala haha funy moment of us when we debate about the girl, dan semua terasa seperti magic saat kmu membuatku jatuh cinta pada film film seperti itu yang sebenernya takan mungkin kulihat di saat saat biasa.Atau saat dia makan dan sumpah akan sangat lama menungguinya menghabiskan makananya hahaha aku sangat menikmati melihat dia makan pelan pelan dan mencoba merebut makananya saat dia lengah saat saat yang mungkin tak pernah dia sadari tapi sangat berarti bagiku.Entah kenapa otaku memerintahkan untuk tidak menyerah mendapatkan dia dan menyatakan perasaanku akan kupastikan dua hal tadi kulakukan setelah aku menyelesaikan perjalanan ini.Dan saat aku sadar dari lamunanku pasangan itu sudah berdiri diambang pintu dan melambai ke arahku mereka keluar dengan senyum bahagia.
Ingatanku beberapa hari ini sudah kembali.Aku ingat kemarin aku mengalami kecelakaan.Aku ingat darah yang mengucur deras dari kepalaku hingga akhirnya aku tak sadarkan diri.Aku langsung tersadar dan meloncat dari tempat duduku aku berlari ke arah pintu dan menunggu pintu terbuka aku ingin kembali ke mereka yang telah memberikan aku kehangatan dan kebaikan aku ingin kmbali padanya yang selama ini telah memberiku semangat untuk terus melanjutkan hidup.Aku ingin pulang seketika itu juga aku ingin kembali tapi pintu tak kunjung terbuka dan hawa dingin ini semakin menusuk ,suara suara berisik mulai menusuk telingaku.Aku mulai menggedor pintu ingin agar segera kereta ini menemukan stasiun dan aku bisa segera pulang tanpa sadar aku mulai menangis dan bersandar pada pinta kereta.Kondektur itu datang kembali dan menyakan padaku "Ada apa tuan?"
"Aku menjawab aku ingin pulang",jawabku sambil terisak.
"Tapi tuan bukan itu yang tertulis di tiket anda",jawabnya tenang.
"Tapi aku ingin pulang", jawabku sedikit berteriak.
"Tuan tapi anda harus berhenti di tujuan anda",jawabnya masih tenang.
Seketiak itu suara berisik yang daritadi mengganggu telingaku mulai sedikit demi sedikit terdengar jelas."Aku ingin kembali pada mereka padanya karena tujuanku adalah dia , tujuanku untuk hidup adalah dia dan mereka adalah orang-orang yang akan membantu dalam hidupku"
"Sebentar lagi anda sampai di tujuan tuan",jawabnya sambil tersenyum ramah.
Kereta ini mulai melambat dan dari ujung mulai sedikit menunjukan cahanya, hawa dingin yang sedari tadi menusuk tubuhku perlahan mulai menghangat dan suara suara yang tidak jelas dari tadi sudah terdengar jelas dan bersih , dan akhirnya aku sudah sampai ke... tujuanku.
Suara yang dari tadi bergema adalah suara yang meneriakan namamu.
Dan tujuanku adalah KAMU.
Meski kamu bukan miliku pada akhirnya tapi aku sadar betapa artinya kamu untuk hidupku.
Rabu, 26 Oktober 2011
Selasa, 08 Februari 2011
Senin, 21 Juni 2010
Otak Yang Buntu
Gak tau kenapa beberapa bulan terakhir ini buat cerita kok susah banget ya sudah sekitar 15 lebih cerita yang gue buat tapi gak satupun bermutu.Berbekal pengalam tadi gue mencoba untuk cari Referensi dan belajar lagi untuk buat cerita.
Thank to:
DEE "Dewi Lestari"
Stephenie Meyer
Raditya Dika
Sally Nicholls
Andrea Hirata
Achmad Fuadi
Collin Thompson
They insipred me so much :)
Thank to:
DEE "Dewi Lestari"
Stephenie Meyer
Raditya Dika
Sally Nicholls
Andrea Hirata
Achmad Fuadi
Collin Thompson
They insipred me so much :)
Satu Lagi Rasa Untukmu
Ehm ehm kalau anda mau membaca cerita yang ini dianjurkan anda membaca cerita sebelumnya yaitu RASA UNTUKMU yang ada di note gue di FB karena jika tidak bakal jadi tidak nyambung so Enjoy it.
#####################################################################################
Dulu aku bilang aku tidak akan pergi lama,aku bohong.Sudah tujuh tahun aku menuntut ilmu di Prancis.Tapi tujuh tahun terasa sangat singkat bagiku,tak terasa besok aku sudah angkat kaki dari negeri fashion ini.Sebagian hatiku hatiku mengatakan aku ingin pulang karena aku sudah sangat rindu pada kalian.Tapi sebagian lagi memaksaku untuk menetap di Prancis.Tujuh tahun singgah di negeri orang belum bisa menghapus sakit hatiku.Sampai sekarang Coklat pun tidak terasa bagiku kau yang cinta pertama danmungkin cinta terakhirku harus jadi milik sahabatku.Tapi aku sudah memaafkannya semua sudah berlalu itu sudah jadi masa lalu dan aku hidup di masa yang berbeda.
Aku sudah sampai di Indonesia aku menarik nafas panjang kakiku masih terasa agak berat karena sudah lama aku tidak menjejakan kaki di negeri kelahiranku ini.Dari jauh aku melihat sesosok manusia yang cantiknya tiada terkira mengalahkan Andromeda yang kono katanya lebih rupawan dari dewi Yunani sekalipun.Itulah sosok yang selama ini kucoba untuk melupakanya sosok yang hanya sanggup kuhayati bayangnya dan kumiliki keutuhanya dengan menyandang titel 'SAHABAT'.
"Areeeees!",dia berlari menuju kearahku dan dan memberi pelukan hangat layaknya sepasang saudara yang tidak bertemu bertahun-tahun.
"Hai Ren udah lama banget ya kita gak ketemu",sapaku hangat sambil memberi senyuman.
"Hai bro apa kabar? lama gak ketemu,makin ganteng aja lu",sang kekasih menyapaku dengan hangat,tapi aku hanya merespon dengan senyum simpul.
Sepanjang perjalanan Rena terus mengoceh menceritakan apa saja yang sudah delakukanya dengan Ryan,semua film yang sudah ditontonya bersama,semua cafe yang sudah dijamahi bersama bahkan pengalaman romantis yang sudah mereka berdua lewati.Aku sama sekali tidak menyimak apa yang dibicarakan Rena aku hanya termenung dan membisu.
"Ares memangnya kamu di Prancis ngambil jurusan apa sih?"Rena bertanya hanya untuk basa-basi
"Aku ngambil jurusan Sinematography,ya sesuailah sama hobi dan cita-citaku",aku sabil melemparkan senyum palsuku padanya.
"Ares aku harus beri tahu kabar yang mengejutkan banget!",Rena mulai tampak semangat.
"Apa? kamu mau bilang kalo kamu sebenernya Betmen?",candaku.
"Ya enggak lah,aku mau bilang kalo minggu depan aku sama Ryan bakal...."
"MENIKAH",mereka berkata serentak seperti prajurit yang sedang di gojlok oleh san senior.
Seketika itu juga hatiku retak bukan retak lagi hancur berkeping-keping seperti di Bom Atom berkali-kali.Kalau bisa saat itu juga aku turun dari mobil menabrakan diri ke bus lalu membenturkan kepala berkali-kali sampai tak berbentuk.Begiitu sampai rumahku aku langsung masuk dan hanya memberikan senyum palsu paling manis yang bisa kuberikan.Aku memutuskan untuk tidur siang karena aku sedang tidak tertarik untuk melakukan apa-apa hari ini.Tiba-tiba handphoneku berdering dan muncul satu nama yang sedang tidak kuharapkan untuk menelepon.
"Hai res,kita bisa ketemuan gak?",tanpa basa-basi dia langsung mengutarakan maksudnya meneleponku.
"Bisa,emang kenapa?",aku menjawab dengan nada datar antara ngantuk dan tidak bersemangat.
"Gak papa kita ketemu di kafe biasa ya",pembicaraan ini beralngsun tidak lebih dari dua menit,sedikit lebih lama dari yang kuperkirakan.
Tanpa tunggu aba-aba kuambil kunci motorku dan langsung pergi ketempat yang sudah ditentukan.Seperti yang kuperkirakan dia sudah datang,menunggu dengan senyum manisnya sambil mengaduk-ngaduk kopi pesananya.
"Ren,kok sendirian gak ngajak Ryan?",tanyaku benar penasaran.
"Ya gak papa donk sekali-kali kita jalan berdua,aku kan kangen",Rena tersenyum manja.
"Ya udah mau jalan ke mana?".
"Aku mau nantangin kamu,berani gak?"Rena memberi tantangan.
"Boleh,kemana?",tanyaku penasaran.
"Udah ikut aja,tapi aku punya syarat",lagi-lagi dia tersenyum manja membuat hatiku tambah perih karena tek pernah bisa mendapatkanya.
"Syaratnya ap...",belum selesai aku berkata dai sudah menutup mataku dengan kain hitan yang membuatku sama sekali tidak bisa melihat apa-apa.
"Ini syaratnya",dia berkata lagi lalu menarik aku pergi dengan berjalan kaki pastinya tempat yang dituju tidak jauh dari sini.Kami pergi berjalan melewati banyak belokan,lalu aku sadar suara mesin sudah tidak terdengar lagi berarti kami sudah jauh dari keramaian lalu lintas.Sama sekali tidak ada suara yang terdengar sekarang kami menaiki tangga,banyak tangga lalu sepertinya kami sudah sampai desiran angin mulai terasa disini tempat ini terasa sejuk.Lalu Rena membuka penutup mataku.Samar-sama yang terlihat hanya langit yang mulai memerah karena sang matahari mulai mencelupkan badanya ke laut.
"Kamu masih inget tempat ini?",Rena bertanya penasaran jawaban apa yang akan muncul dari mulutku.
"Samar-samar",jawabku bohong,aku ingat ini adalah tempat terakhir yang kami datangi 'BERDUA',aku masih ingat bau parfum yang waktu itu dipakainya,aku masih ingat waktu itu dia kedinginan dan aku meminjamkan jaketku,aku masih ingat waktu aku sempat meneteskan air mata karena tahu aku gagal mendapatkanya.
"Ini tempat terakhir kita jalan berdua sebelum kamu pergi ke Perancis"'dia mencoba mengingatkan.
"Ya aku inget",aku mengingat lagi memori tujuh tahun yang lalu.
"Dan di tempat ini aku pertama kali sadar perasaan apa yang aku punya untuk kamu",aku langsung kaget,aku menerka-nerka apa yang akan kamu katakan.
"Di tempat ini aku sadar kalo kamu adalah cinta pertamaku",aku langusng membisu mulutku terkatup rapat tapi aku melawan aku mencoba untuk bersuara.
"Aku sangat mencintai kamu dulu pangeran yang aku idam-idamkan tapi aku sekarang tahu siapa yang benar-benar aku cintai,maaf ya res aku baru bisa ngomong sekarang tapi aku gak bisa sama kamu aku sudah putusin kalo aku bakal menikah sama Ryan cinta sejatiku",aku masih tidak bisa bergerak,tapi aku mencoba melawan aku melangkah ke depanya dan tanpa sadar aku mendaratkan bibirku di bibirnya.Di hanya diam pada awalnya,lalu dia mulai membalas ciumanku.Aku mulai mendapatkan kekuatan untuk mengatakan sesuatu.
"Sory reflek,tapi maaf lagi karena aku juga baru bisa ngomong sekarang kalo sebenernya kamu cinta pertamaku dan aku harap bukan cinta terakhirku".aku mulai merangkai kata-kata lagi untuk memberi tahu dia sesuatu sementara Rena masih terdiam.
"Sory lagi karena aku kliatanya gak bisa dateng ke pernikahan kalian,aku harus balik ke Perancis besok sory banget ya",dia mulai meneteskan air mata,aku tahu aku baru saja pulang tapi aku akan pergi lagi aku sudah memutuskan.Dan aku tahu betapa sedihnya dia ketika aku salah satu orang terdekatnya malah tidak datang ke pesta pernikahanya.Aku mulai memeluknya,dan terasa sendi-sendinya terasa semakin rileks dia mulai pasrah dalam pelukanku.Aku memutuskan untuk mengatarmu pulang.
"Makasih ya untuk malem ini aku udah lega sekarang",dia berkata hampir berbisik.
"Ngaak,aku yang makasih sekarang aku bisa balik ke Perancis dengan tenang",aku mecoba jujur.
Aku siap untuk berangkat besok aku mulai berkemas.Karena sedikit lapar aku mengambil sebatang coklat.Dan aku menyadari sesuatu,Coklat ini sekarang sudah terasa manis.
Aku menyadari sesuatu sekarang.
Aku punya satu lagi rasa untukmu.
Melebihi kata pacar.
Melebihi kata sahabat.
Melebihi kata saudara.
Kita tercipta untuk saling membantu menemukan pujaan masing-masing.
Berkat aku kamu sudah menemukan pendamping hidupmu.
Kita berdua tau kalau aku dan kamu tercipta untuk saling tahu kalau kita sama-sama pernah mencintai dan menemukan Satu Lagi Rasa yang melebihi kata Cinta.
Dan itulah.
Satu Lagi Rasa Untukmu.
#####################################################################################
Dulu aku bilang aku tidak akan pergi lama,aku bohong.Sudah tujuh tahun aku menuntut ilmu di Prancis.Tapi tujuh tahun terasa sangat singkat bagiku,tak terasa besok aku sudah angkat kaki dari negeri fashion ini.Sebagian hatiku hatiku mengatakan aku ingin pulang karena aku sudah sangat rindu pada kalian.Tapi sebagian lagi memaksaku untuk menetap di Prancis.Tujuh tahun singgah di negeri orang belum bisa menghapus sakit hatiku.Sampai sekarang Coklat pun tidak terasa bagiku kau yang cinta pertama danmungkin cinta terakhirku harus jadi milik sahabatku.Tapi aku sudah memaafkannya semua sudah berlalu itu sudah jadi masa lalu dan aku hidup di masa yang berbeda.
Aku sudah sampai di Indonesia aku menarik nafas panjang kakiku masih terasa agak berat karena sudah lama aku tidak menjejakan kaki di negeri kelahiranku ini.Dari jauh aku melihat sesosok manusia yang cantiknya tiada terkira mengalahkan Andromeda yang kono katanya lebih rupawan dari dewi Yunani sekalipun.Itulah sosok yang selama ini kucoba untuk melupakanya sosok yang hanya sanggup kuhayati bayangnya dan kumiliki keutuhanya dengan menyandang titel 'SAHABAT'.
"Areeeees!",dia berlari menuju kearahku dan dan memberi pelukan hangat layaknya sepasang saudara yang tidak bertemu bertahun-tahun.
"Hai Ren udah lama banget ya kita gak ketemu",sapaku hangat sambil memberi senyuman.
"Hai bro apa kabar? lama gak ketemu,makin ganteng aja lu",sang kekasih menyapaku dengan hangat,tapi aku hanya merespon dengan senyum simpul.
Sepanjang perjalanan Rena terus mengoceh menceritakan apa saja yang sudah delakukanya dengan Ryan,semua film yang sudah ditontonya bersama,semua cafe yang sudah dijamahi bersama bahkan pengalaman romantis yang sudah mereka berdua lewati.Aku sama sekali tidak menyimak apa yang dibicarakan Rena aku hanya termenung dan membisu.
"Ares memangnya kamu di Prancis ngambil jurusan apa sih?"Rena bertanya hanya untuk basa-basi
"Aku ngambil jurusan Sinematography,ya sesuailah sama hobi dan cita-citaku",aku sabil melemparkan senyum palsuku padanya.
"Ares aku harus beri tahu kabar yang mengejutkan banget!",Rena mulai tampak semangat.
"Apa? kamu mau bilang kalo kamu sebenernya Betmen?",candaku.
"Ya enggak lah,aku mau bilang kalo minggu depan aku sama Ryan bakal...."
"MENIKAH",mereka berkata serentak seperti prajurit yang sedang di gojlok oleh san senior.
Seketika itu juga hatiku retak bukan retak lagi hancur berkeping-keping seperti di Bom Atom berkali-kali.Kalau bisa saat itu juga aku turun dari mobil menabrakan diri ke bus lalu membenturkan kepala berkali-kali sampai tak berbentuk.Begiitu sampai rumahku aku langsung masuk dan hanya memberikan senyum palsu paling manis yang bisa kuberikan.Aku memutuskan untuk tidur siang karena aku sedang tidak tertarik untuk melakukan apa-apa hari ini.Tiba-tiba handphoneku berdering dan muncul satu nama yang sedang tidak kuharapkan untuk menelepon.
"Hai res,kita bisa ketemuan gak?",tanpa basa-basi dia langsung mengutarakan maksudnya meneleponku.
"Bisa,emang kenapa?",aku menjawab dengan nada datar antara ngantuk dan tidak bersemangat.
"Gak papa kita ketemu di kafe biasa ya",pembicaraan ini beralngsun tidak lebih dari dua menit,sedikit lebih lama dari yang kuperkirakan.
Tanpa tunggu aba-aba kuambil kunci motorku dan langsung pergi ketempat yang sudah ditentukan.Seperti yang kuperkirakan dia sudah datang,menunggu dengan senyum manisnya sambil mengaduk-ngaduk kopi pesananya.
"Ren,kok sendirian gak ngajak Ryan?",tanyaku benar penasaran.
"Ya gak papa donk sekali-kali kita jalan berdua,aku kan kangen",Rena tersenyum manja.
"Ya udah mau jalan ke mana?".
"Aku mau nantangin kamu,berani gak?"Rena memberi tantangan.
"Boleh,kemana?",tanyaku penasaran.
"Udah ikut aja,tapi aku punya syarat",lagi-lagi dia tersenyum manja membuat hatiku tambah perih karena tek pernah bisa mendapatkanya.
"Syaratnya ap...",belum selesai aku berkata dai sudah menutup mataku dengan kain hitan yang membuatku sama sekali tidak bisa melihat apa-apa.
"Ini syaratnya",dia berkata lagi lalu menarik aku pergi dengan berjalan kaki pastinya tempat yang dituju tidak jauh dari sini.Kami pergi berjalan melewati banyak belokan,lalu aku sadar suara mesin sudah tidak terdengar lagi berarti kami sudah jauh dari keramaian lalu lintas.Sama sekali tidak ada suara yang terdengar sekarang kami menaiki tangga,banyak tangga lalu sepertinya kami sudah sampai desiran angin mulai terasa disini tempat ini terasa sejuk.Lalu Rena membuka penutup mataku.Samar-sama yang terlihat hanya langit yang mulai memerah karena sang matahari mulai mencelupkan badanya ke laut.
"Kamu masih inget tempat ini?",Rena bertanya penasaran jawaban apa yang akan muncul dari mulutku.
"Samar-samar",jawabku bohong,aku ingat ini adalah tempat terakhir yang kami datangi 'BERDUA',aku masih ingat bau parfum yang waktu itu dipakainya,aku masih ingat waktu itu dia kedinginan dan aku meminjamkan jaketku,aku masih ingat waktu aku sempat meneteskan air mata karena tahu aku gagal mendapatkanya.
"Ini tempat terakhir kita jalan berdua sebelum kamu pergi ke Perancis"'dia mencoba mengingatkan.
"Ya aku inget",aku mengingat lagi memori tujuh tahun yang lalu.
"Dan di tempat ini aku pertama kali sadar perasaan apa yang aku punya untuk kamu",aku langsung kaget,aku menerka-nerka apa yang akan kamu katakan.
"Di tempat ini aku sadar kalo kamu adalah cinta pertamaku",aku langusng membisu mulutku terkatup rapat tapi aku melawan aku mencoba untuk bersuara.
"Aku sangat mencintai kamu dulu pangeran yang aku idam-idamkan tapi aku sekarang tahu siapa yang benar-benar aku cintai,maaf ya res aku baru bisa ngomong sekarang tapi aku gak bisa sama kamu aku sudah putusin kalo aku bakal menikah sama Ryan cinta sejatiku",aku masih tidak bisa bergerak,tapi aku mencoba melawan aku melangkah ke depanya dan tanpa sadar aku mendaratkan bibirku di bibirnya.Di hanya diam pada awalnya,lalu dia mulai membalas ciumanku.Aku mulai mendapatkan kekuatan untuk mengatakan sesuatu.
"Sory reflek,tapi maaf lagi karena aku juga baru bisa ngomong sekarang kalo sebenernya kamu cinta pertamaku dan aku harap bukan cinta terakhirku".aku mulai merangkai kata-kata lagi untuk memberi tahu dia sesuatu sementara Rena masih terdiam.
"Sory lagi karena aku kliatanya gak bisa dateng ke pernikahan kalian,aku harus balik ke Perancis besok sory banget ya",dia mulai meneteskan air mata,aku tahu aku baru saja pulang tapi aku akan pergi lagi aku sudah memutuskan.Dan aku tahu betapa sedihnya dia ketika aku salah satu orang terdekatnya malah tidak datang ke pesta pernikahanya.Aku mulai memeluknya,dan terasa sendi-sendinya terasa semakin rileks dia mulai pasrah dalam pelukanku.Aku memutuskan untuk mengatarmu pulang.
"Makasih ya untuk malem ini aku udah lega sekarang",dia berkata hampir berbisik.
"Ngaak,aku yang makasih sekarang aku bisa balik ke Perancis dengan tenang",aku mecoba jujur.
Aku siap untuk berangkat besok aku mulai berkemas.Karena sedikit lapar aku mengambil sebatang coklat.Dan aku menyadari sesuatu,Coklat ini sekarang sudah terasa manis.
Aku menyadari sesuatu sekarang.
Aku punya satu lagi rasa untukmu.
Melebihi kata pacar.
Melebihi kata sahabat.
Melebihi kata saudara.
Kita tercipta untuk saling membantu menemukan pujaan masing-masing.
Berkat aku kamu sudah menemukan pendamping hidupmu.
Kita berdua tau kalau aku dan kamu tercipta untuk saling tahu kalau kita sama-sama pernah mencintai dan menemukan Satu Lagi Rasa yang melebihi kata Cinta.
Dan itulah.
Satu Lagi Rasa Untukmu.
Rabu, 09 Juni 2010
Untuk Para Pembaca dan Followers yang Terhormat
Mungkin di blog yang baru ini isinya agak beda dari blog yang lama.Di blog yang baru ini gue(jiaaah bahasanya) mau sharing ama kalian para followers dan pembaca yang terhormat.Gue(jiaaah bahasanya lagi) mau sharing kegiatan ane(loh kok jadi Arab?) dari yang normal sampe yang nyeleneh jadi tunggu postingan akika(loh kok jadi banci?) yang berikutnya Enjoy
Langganan:
Komentar (Atom)










