Gak tau kenapa beberapa bulan terakhir ini buat cerita kok susah banget ya sudah sekitar 15 lebih cerita yang gue buat tapi gak satupun bermutu.Berbekal pengalam tadi gue mencoba untuk cari Referensi dan belajar lagi untuk buat cerita.
Thank to:
DEE "Dewi Lestari"
Stephenie Meyer
Raditya Dika
Sally Nicholls
Andrea Hirata
Achmad Fuadi
Collin Thompson
They insipred me so much :)
Senin, 21 Juni 2010
Satu Lagi Rasa Untukmu
Ehm ehm kalau anda mau membaca cerita yang ini dianjurkan anda membaca cerita sebelumnya yaitu RASA UNTUKMU yang ada di note gue di FB karena jika tidak bakal jadi tidak nyambung so Enjoy it.
#####################################################################################
Dulu aku bilang aku tidak akan pergi lama,aku bohong.Sudah tujuh tahun aku menuntut ilmu di Prancis.Tapi tujuh tahun terasa sangat singkat bagiku,tak terasa besok aku sudah angkat kaki dari negeri fashion ini.Sebagian hatiku hatiku mengatakan aku ingin pulang karena aku sudah sangat rindu pada kalian.Tapi sebagian lagi memaksaku untuk menetap di Prancis.Tujuh tahun singgah di negeri orang belum bisa menghapus sakit hatiku.Sampai sekarang Coklat pun tidak terasa bagiku kau yang cinta pertama danmungkin cinta terakhirku harus jadi milik sahabatku.Tapi aku sudah memaafkannya semua sudah berlalu itu sudah jadi masa lalu dan aku hidup di masa yang berbeda.
Aku sudah sampai di Indonesia aku menarik nafas panjang kakiku masih terasa agak berat karena sudah lama aku tidak menjejakan kaki di negeri kelahiranku ini.Dari jauh aku melihat sesosok manusia yang cantiknya tiada terkira mengalahkan Andromeda yang kono katanya lebih rupawan dari dewi Yunani sekalipun.Itulah sosok yang selama ini kucoba untuk melupakanya sosok yang hanya sanggup kuhayati bayangnya dan kumiliki keutuhanya dengan menyandang titel 'SAHABAT'.
"Areeeees!",dia berlari menuju kearahku dan dan memberi pelukan hangat layaknya sepasang saudara yang tidak bertemu bertahun-tahun.
"Hai Ren udah lama banget ya kita gak ketemu",sapaku hangat sambil memberi senyuman.
"Hai bro apa kabar? lama gak ketemu,makin ganteng aja lu",sang kekasih menyapaku dengan hangat,tapi aku hanya merespon dengan senyum simpul.
Sepanjang perjalanan Rena terus mengoceh menceritakan apa saja yang sudah delakukanya dengan Ryan,semua film yang sudah ditontonya bersama,semua cafe yang sudah dijamahi bersama bahkan pengalaman romantis yang sudah mereka berdua lewati.Aku sama sekali tidak menyimak apa yang dibicarakan Rena aku hanya termenung dan membisu.
"Ares memangnya kamu di Prancis ngambil jurusan apa sih?"Rena bertanya hanya untuk basa-basi
"Aku ngambil jurusan Sinematography,ya sesuailah sama hobi dan cita-citaku",aku sabil melemparkan senyum palsuku padanya.
"Ares aku harus beri tahu kabar yang mengejutkan banget!",Rena mulai tampak semangat.
"Apa? kamu mau bilang kalo kamu sebenernya Betmen?",candaku.
"Ya enggak lah,aku mau bilang kalo minggu depan aku sama Ryan bakal...."
"MENIKAH",mereka berkata serentak seperti prajurit yang sedang di gojlok oleh san senior.
Seketika itu juga hatiku retak bukan retak lagi hancur berkeping-keping seperti di Bom Atom berkali-kali.Kalau bisa saat itu juga aku turun dari mobil menabrakan diri ke bus lalu membenturkan kepala berkali-kali sampai tak berbentuk.Begiitu sampai rumahku aku langsung masuk dan hanya memberikan senyum palsu paling manis yang bisa kuberikan.Aku memutuskan untuk tidur siang karena aku sedang tidak tertarik untuk melakukan apa-apa hari ini.Tiba-tiba handphoneku berdering dan muncul satu nama yang sedang tidak kuharapkan untuk menelepon.
"Hai res,kita bisa ketemuan gak?",tanpa basa-basi dia langsung mengutarakan maksudnya meneleponku.
"Bisa,emang kenapa?",aku menjawab dengan nada datar antara ngantuk dan tidak bersemangat.
"Gak papa kita ketemu di kafe biasa ya",pembicaraan ini beralngsun tidak lebih dari dua menit,sedikit lebih lama dari yang kuperkirakan.
Tanpa tunggu aba-aba kuambil kunci motorku dan langsung pergi ketempat yang sudah ditentukan.Seperti yang kuperkirakan dia sudah datang,menunggu dengan senyum manisnya sambil mengaduk-ngaduk kopi pesananya.
"Ren,kok sendirian gak ngajak Ryan?",tanyaku benar penasaran.
"Ya gak papa donk sekali-kali kita jalan berdua,aku kan kangen",Rena tersenyum manja.
"Ya udah mau jalan ke mana?".
"Aku mau nantangin kamu,berani gak?"Rena memberi tantangan.
"Boleh,kemana?",tanyaku penasaran.
"Udah ikut aja,tapi aku punya syarat",lagi-lagi dia tersenyum manja membuat hatiku tambah perih karena tek pernah bisa mendapatkanya.
"Syaratnya ap...",belum selesai aku berkata dai sudah menutup mataku dengan kain hitan yang membuatku sama sekali tidak bisa melihat apa-apa.
"Ini syaratnya",dia berkata lagi lalu menarik aku pergi dengan berjalan kaki pastinya tempat yang dituju tidak jauh dari sini.Kami pergi berjalan melewati banyak belokan,lalu aku sadar suara mesin sudah tidak terdengar lagi berarti kami sudah jauh dari keramaian lalu lintas.Sama sekali tidak ada suara yang terdengar sekarang kami menaiki tangga,banyak tangga lalu sepertinya kami sudah sampai desiran angin mulai terasa disini tempat ini terasa sejuk.Lalu Rena membuka penutup mataku.Samar-sama yang terlihat hanya langit yang mulai memerah karena sang matahari mulai mencelupkan badanya ke laut.
"Kamu masih inget tempat ini?",Rena bertanya penasaran jawaban apa yang akan muncul dari mulutku.
"Samar-samar",jawabku bohong,aku ingat ini adalah tempat terakhir yang kami datangi 'BERDUA',aku masih ingat bau parfum yang waktu itu dipakainya,aku masih ingat waktu itu dia kedinginan dan aku meminjamkan jaketku,aku masih ingat waktu aku sempat meneteskan air mata karena tahu aku gagal mendapatkanya.
"Ini tempat terakhir kita jalan berdua sebelum kamu pergi ke Perancis"'dia mencoba mengingatkan.
"Ya aku inget",aku mengingat lagi memori tujuh tahun yang lalu.
"Dan di tempat ini aku pertama kali sadar perasaan apa yang aku punya untuk kamu",aku langsung kaget,aku menerka-nerka apa yang akan kamu katakan.
"Di tempat ini aku sadar kalo kamu adalah cinta pertamaku",aku langusng membisu mulutku terkatup rapat tapi aku melawan aku mencoba untuk bersuara.
"Aku sangat mencintai kamu dulu pangeran yang aku idam-idamkan tapi aku sekarang tahu siapa yang benar-benar aku cintai,maaf ya res aku baru bisa ngomong sekarang tapi aku gak bisa sama kamu aku sudah putusin kalo aku bakal menikah sama Ryan cinta sejatiku",aku masih tidak bisa bergerak,tapi aku mencoba melawan aku melangkah ke depanya dan tanpa sadar aku mendaratkan bibirku di bibirnya.Di hanya diam pada awalnya,lalu dia mulai membalas ciumanku.Aku mulai mendapatkan kekuatan untuk mengatakan sesuatu.
"Sory reflek,tapi maaf lagi karena aku juga baru bisa ngomong sekarang kalo sebenernya kamu cinta pertamaku dan aku harap bukan cinta terakhirku".aku mulai merangkai kata-kata lagi untuk memberi tahu dia sesuatu sementara Rena masih terdiam.
"Sory lagi karena aku kliatanya gak bisa dateng ke pernikahan kalian,aku harus balik ke Perancis besok sory banget ya",dia mulai meneteskan air mata,aku tahu aku baru saja pulang tapi aku akan pergi lagi aku sudah memutuskan.Dan aku tahu betapa sedihnya dia ketika aku salah satu orang terdekatnya malah tidak datang ke pesta pernikahanya.Aku mulai memeluknya,dan terasa sendi-sendinya terasa semakin rileks dia mulai pasrah dalam pelukanku.Aku memutuskan untuk mengatarmu pulang.
"Makasih ya untuk malem ini aku udah lega sekarang",dia berkata hampir berbisik.
"Ngaak,aku yang makasih sekarang aku bisa balik ke Perancis dengan tenang",aku mecoba jujur.
Aku siap untuk berangkat besok aku mulai berkemas.Karena sedikit lapar aku mengambil sebatang coklat.Dan aku menyadari sesuatu,Coklat ini sekarang sudah terasa manis.
Aku menyadari sesuatu sekarang.
Aku punya satu lagi rasa untukmu.
Melebihi kata pacar.
Melebihi kata sahabat.
Melebihi kata saudara.
Kita tercipta untuk saling membantu menemukan pujaan masing-masing.
Berkat aku kamu sudah menemukan pendamping hidupmu.
Kita berdua tau kalau aku dan kamu tercipta untuk saling tahu kalau kita sama-sama pernah mencintai dan menemukan Satu Lagi Rasa yang melebihi kata Cinta.
Dan itulah.
Satu Lagi Rasa Untukmu.
#####################################################################################
Dulu aku bilang aku tidak akan pergi lama,aku bohong.Sudah tujuh tahun aku menuntut ilmu di Prancis.Tapi tujuh tahun terasa sangat singkat bagiku,tak terasa besok aku sudah angkat kaki dari negeri fashion ini.Sebagian hatiku hatiku mengatakan aku ingin pulang karena aku sudah sangat rindu pada kalian.Tapi sebagian lagi memaksaku untuk menetap di Prancis.Tujuh tahun singgah di negeri orang belum bisa menghapus sakit hatiku.Sampai sekarang Coklat pun tidak terasa bagiku kau yang cinta pertama danmungkin cinta terakhirku harus jadi milik sahabatku.Tapi aku sudah memaafkannya semua sudah berlalu itu sudah jadi masa lalu dan aku hidup di masa yang berbeda.
Aku sudah sampai di Indonesia aku menarik nafas panjang kakiku masih terasa agak berat karena sudah lama aku tidak menjejakan kaki di negeri kelahiranku ini.Dari jauh aku melihat sesosok manusia yang cantiknya tiada terkira mengalahkan Andromeda yang kono katanya lebih rupawan dari dewi Yunani sekalipun.Itulah sosok yang selama ini kucoba untuk melupakanya sosok yang hanya sanggup kuhayati bayangnya dan kumiliki keutuhanya dengan menyandang titel 'SAHABAT'.
"Areeeees!",dia berlari menuju kearahku dan dan memberi pelukan hangat layaknya sepasang saudara yang tidak bertemu bertahun-tahun.
"Hai Ren udah lama banget ya kita gak ketemu",sapaku hangat sambil memberi senyuman.
"Hai bro apa kabar? lama gak ketemu,makin ganteng aja lu",sang kekasih menyapaku dengan hangat,tapi aku hanya merespon dengan senyum simpul.
Sepanjang perjalanan Rena terus mengoceh menceritakan apa saja yang sudah delakukanya dengan Ryan,semua film yang sudah ditontonya bersama,semua cafe yang sudah dijamahi bersama bahkan pengalaman romantis yang sudah mereka berdua lewati.Aku sama sekali tidak menyimak apa yang dibicarakan Rena aku hanya termenung dan membisu.
"Ares memangnya kamu di Prancis ngambil jurusan apa sih?"Rena bertanya hanya untuk basa-basi
"Aku ngambil jurusan Sinematography,ya sesuailah sama hobi dan cita-citaku",aku sabil melemparkan senyum palsuku padanya.
"Ares aku harus beri tahu kabar yang mengejutkan banget!",Rena mulai tampak semangat.
"Apa? kamu mau bilang kalo kamu sebenernya Betmen?",candaku.
"Ya enggak lah,aku mau bilang kalo minggu depan aku sama Ryan bakal...."
"MENIKAH",mereka berkata serentak seperti prajurit yang sedang di gojlok oleh san senior.
Seketika itu juga hatiku retak bukan retak lagi hancur berkeping-keping seperti di Bom Atom berkali-kali.Kalau bisa saat itu juga aku turun dari mobil menabrakan diri ke bus lalu membenturkan kepala berkali-kali sampai tak berbentuk.Begiitu sampai rumahku aku langsung masuk dan hanya memberikan senyum palsu paling manis yang bisa kuberikan.Aku memutuskan untuk tidur siang karena aku sedang tidak tertarik untuk melakukan apa-apa hari ini.Tiba-tiba handphoneku berdering dan muncul satu nama yang sedang tidak kuharapkan untuk menelepon.
"Hai res,kita bisa ketemuan gak?",tanpa basa-basi dia langsung mengutarakan maksudnya meneleponku.
"Bisa,emang kenapa?",aku menjawab dengan nada datar antara ngantuk dan tidak bersemangat.
"Gak papa kita ketemu di kafe biasa ya",pembicaraan ini beralngsun tidak lebih dari dua menit,sedikit lebih lama dari yang kuperkirakan.
Tanpa tunggu aba-aba kuambil kunci motorku dan langsung pergi ketempat yang sudah ditentukan.Seperti yang kuperkirakan dia sudah datang,menunggu dengan senyum manisnya sambil mengaduk-ngaduk kopi pesananya.
"Ren,kok sendirian gak ngajak Ryan?",tanyaku benar penasaran.
"Ya gak papa donk sekali-kali kita jalan berdua,aku kan kangen",Rena tersenyum manja.
"Ya udah mau jalan ke mana?".
"Aku mau nantangin kamu,berani gak?"Rena memberi tantangan.
"Boleh,kemana?",tanyaku penasaran.
"Udah ikut aja,tapi aku punya syarat",lagi-lagi dia tersenyum manja membuat hatiku tambah perih karena tek pernah bisa mendapatkanya.
"Syaratnya ap...",belum selesai aku berkata dai sudah menutup mataku dengan kain hitan yang membuatku sama sekali tidak bisa melihat apa-apa.
"Ini syaratnya",dia berkata lagi lalu menarik aku pergi dengan berjalan kaki pastinya tempat yang dituju tidak jauh dari sini.Kami pergi berjalan melewati banyak belokan,lalu aku sadar suara mesin sudah tidak terdengar lagi berarti kami sudah jauh dari keramaian lalu lintas.Sama sekali tidak ada suara yang terdengar sekarang kami menaiki tangga,banyak tangga lalu sepertinya kami sudah sampai desiran angin mulai terasa disini tempat ini terasa sejuk.Lalu Rena membuka penutup mataku.Samar-sama yang terlihat hanya langit yang mulai memerah karena sang matahari mulai mencelupkan badanya ke laut.
"Kamu masih inget tempat ini?",Rena bertanya penasaran jawaban apa yang akan muncul dari mulutku.
"Samar-samar",jawabku bohong,aku ingat ini adalah tempat terakhir yang kami datangi 'BERDUA',aku masih ingat bau parfum yang waktu itu dipakainya,aku masih ingat waktu itu dia kedinginan dan aku meminjamkan jaketku,aku masih ingat waktu aku sempat meneteskan air mata karena tahu aku gagal mendapatkanya.
"Ini tempat terakhir kita jalan berdua sebelum kamu pergi ke Perancis"'dia mencoba mengingatkan.
"Ya aku inget",aku mengingat lagi memori tujuh tahun yang lalu.
"Dan di tempat ini aku pertama kali sadar perasaan apa yang aku punya untuk kamu",aku langsung kaget,aku menerka-nerka apa yang akan kamu katakan.
"Di tempat ini aku sadar kalo kamu adalah cinta pertamaku",aku langusng membisu mulutku terkatup rapat tapi aku melawan aku mencoba untuk bersuara.
"Aku sangat mencintai kamu dulu pangeran yang aku idam-idamkan tapi aku sekarang tahu siapa yang benar-benar aku cintai,maaf ya res aku baru bisa ngomong sekarang tapi aku gak bisa sama kamu aku sudah putusin kalo aku bakal menikah sama Ryan cinta sejatiku",aku masih tidak bisa bergerak,tapi aku mencoba melawan aku melangkah ke depanya dan tanpa sadar aku mendaratkan bibirku di bibirnya.Di hanya diam pada awalnya,lalu dia mulai membalas ciumanku.Aku mulai mendapatkan kekuatan untuk mengatakan sesuatu.
"Sory reflek,tapi maaf lagi karena aku juga baru bisa ngomong sekarang kalo sebenernya kamu cinta pertamaku dan aku harap bukan cinta terakhirku".aku mulai merangkai kata-kata lagi untuk memberi tahu dia sesuatu sementara Rena masih terdiam.
"Sory lagi karena aku kliatanya gak bisa dateng ke pernikahan kalian,aku harus balik ke Perancis besok sory banget ya",dia mulai meneteskan air mata,aku tahu aku baru saja pulang tapi aku akan pergi lagi aku sudah memutuskan.Dan aku tahu betapa sedihnya dia ketika aku salah satu orang terdekatnya malah tidak datang ke pesta pernikahanya.Aku mulai memeluknya,dan terasa sendi-sendinya terasa semakin rileks dia mulai pasrah dalam pelukanku.Aku memutuskan untuk mengatarmu pulang.
"Makasih ya untuk malem ini aku udah lega sekarang",dia berkata hampir berbisik.
"Ngaak,aku yang makasih sekarang aku bisa balik ke Perancis dengan tenang",aku mecoba jujur.
Aku siap untuk berangkat besok aku mulai berkemas.Karena sedikit lapar aku mengambil sebatang coklat.Dan aku menyadari sesuatu,Coklat ini sekarang sudah terasa manis.
Aku menyadari sesuatu sekarang.
Aku punya satu lagi rasa untukmu.
Melebihi kata pacar.
Melebihi kata sahabat.
Melebihi kata saudara.
Kita tercipta untuk saling membantu menemukan pujaan masing-masing.
Berkat aku kamu sudah menemukan pendamping hidupmu.
Kita berdua tau kalau aku dan kamu tercipta untuk saling tahu kalau kita sama-sama pernah mencintai dan menemukan Satu Lagi Rasa yang melebihi kata Cinta.
Dan itulah.
Satu Lagi Rasa Untukmu.
Rabu, 09 Juni 2010
Untuk Para Pembaca dan Followers yang Terhormat
Mungkin di blog yang baru ini isinya agak beda dari blog yang lama.Di blog yang baru ini gue(jiaaah bahasanya) mau sharing ama kalian para followers dan pembaca yang terhormat.Gue(jiaaah bahasanya lagi) mau sharing kegiatan ane(loh kok jadi Arab?) dari yang normal sampe yang nyeleneh jadi tunggu postingan akika(loh kok jadi banci?) yang berikutnya Enjoy
Langganan:
Komentar (Atom)










